Zakat Fitrah dan Yang Berhak Menerimanya

main image

Zakat fitrah merupakan zakat yang dibayarkan atas tiap jiwa orang muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Waktu pembayaran zakat fitrah adalah selama bulan Ramadan hingga menjelang shalat Idul fitri. Zakat fitrah dibayarkan sebagai pembersih seseorang dari hal-hal yang mengotori puasanya. Selain itu, zakat fitrah berfungsi untuk membantu meringankan beban orang yang tidak mampu.

Zakat fitrah pada dasarnya dibayar dengan makanan pokok dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Makanan pokok untuk zakat fitrah disesuaikan dengan negara/wilayah umat Islam berada. Di negara kita pembayaran zakat fitrah umumnya menggunakan beras 2,5 kg atau 3,5 liter. Pembayaran zakat fitrah diperbolehkan juga dengan menggunakan uang. Apabila seseorang membayar zakat fitrah setelah shalat Idul fitri, maka zakat tersebut tidak terhitung sebagai zakat fitrah melainkan sedekah biasa.

Ada 8 golongan yang berhak menerima zakat fitrah, diantaranya :

  1. Orang Fakir

Orang fakir merupakan orang yang tidak mempunyai harta dan usaha/pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Fakir mungkin saja mempunyai harta dan usaha, namun kurang dari setengah dari kebutuhannya. Sebagai contoh, kebutuhan pokoknya adalah sepuluh namun ia hanya bisa mencukupi empat atau kurang dari itu.

  1. Orang Miskin

Orang miskin adalah orang yang belum bisa mencukupi kebutuhannya dan dalam keadaan kekurangan. Kategori orang miskin yaitu mereka yang hanya mampu mencukupi kebutuhan lebih dari setengah yang dibutuhkan, namun belum mencukupi sepenuhnya. Misalnya, kebutuhan pokoknya adalah sepuluh, ia baru bisa memenuhi enam, tujuh atau delapan.

  1. Amil (Pengurus Zakat)

Dalam kegiatan zakat terdapat panitia yang akan mengurusi proses terselenggaranya zakat tersebut. Panitia zakat memastikan proses pengumpulan dan penyerahan zakat kepada yang berhak berjalan dengan lancar. Pengurus zakat termasuk golongan yang berhak menerima zakat tersebut.

  1. Mualaf

Mualaf adalah orang yang ada harapan atau baru masuk Islam yang kemungkinan imannya masih lemah. Mereka yang baru memeluk agama Islam diberikan bantuan dari zakat agar tetap teguh dalam keislamannya.

  1. Budak Riqab atau Hamba Sahaya

Zaman dahulu banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar kaya. Budak-budak ini dapat dimerdekakan atau ditebus dengan zakat. Saat ini mungkin sudah tidak ada lagi hal demikian. Hal ini bisa dihubungkan dengan upaya melepaskan para muslim yang ditawan oleh pihak lain.

  1. Orang yang Berutang

Seorang muslim yang berutang (gharim) termasuk dalam penerima zakat. Gharim dapat dikategorikan menjadi dua kelompok. Yang pertama orang berutang untuk kepentingan diri sendiri atau keluarga. Yang kedua, orang berutang untuk kemaslahatan orang banyak, misalnya berutang untuk mendamaikan orang-orang yang bersengketa dan sebagainya. Gharim berhak mendapatkan zakat hanya jika utang itu bukan untuk kemaksiatan. Jika seseorang berutang, tetapi mampu membayar utang dengan harta yang dimiliki, maka ia tidak berhak memperoleh zakat.

  1. Sabilillah

Sabilillah adalah orang yang berjuang untuk kepentingan Islam dan para muslimin. Pada saat ini, sabilillah tidak berarti dimaknai hanya semata-mata sebagai orang yang berperang secara fisik, tetapi juga mereka yang mengerjakan kebajikan untuk kemaslahatan umat.

  1. Ibnu Sabil

Ibnu sabil adalah orang yang sedang dalam perjalanan (musafir) yang tidak bisa melanjutkan perjalanan atau pulang kembali ke asalnya karena kehabisan bekal serta bukan dalam perjalanan dengan tujuan bermaksiat.

Mereka yang berhak menerimanya disunahkan untuk membaca doa yang baik-baik sebagai bentuk syukur. Bacaan doa tersebut sebagai beriku t:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”