Kesehatan

Wanita Kekurangan Hormon Testosteron? Ini Akibatnya

Summary

Hormon testosteron memang lebih dikenal sebagai hormon yang ada dalam tubuh pria. Hormon testosteron menyebabkan gairah seks yang kuat, memanajemen kemarahan, serta membuat pria lebih gemuk. Padahal dalam tubuh wanita pun menghasilkan hormon testosteron, meski tidak sebanyak dalam tubuh pria. […]

Hormon testosteron memang lebih dikenal sebagai hormon yang ada dalam tubuh pria. Hormon testosteron menyebabkan gairah seks yang kuat, memanajemen kemarahan, serta membuat pria lebih gemuk. Padahal dalam tubuh wanita pun menghasilkan hormon testosteron, meski tidak sebanyak dalam tubuh pria. Terus bagaimana bila wanita kekurangan hormon testosteron?

Hormon testosteron dalam tubuh wania juga memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dari testosteron yang ada pada pria. Sebagian kecil hormon testosteron inilah yang membuat wanita menginginkan seks dan dapat mempengaruhi emosi wanita. Sama halnya seperti keberadaan hormon ini dalam tubuh pria, jika jumlah testosteron dalam tubuh wanita terlalu sedikit juga bukan merupakan hal yang baik.

Ada beberapa akibat yang muncul jika seorang wanita kekurangan hormon testosteron :

1. Kurang tertarik pada hubungan intim

Jika kadar testosteron dalam tubuh dibawah normal, ini memungkinkan wanita kehilangan gairah seksnya meskipun pasangah telah melakukan berbagai rangsangan dan sentuhan. Meskipun terpaksa melakukannya, kemungkinan rasa puas yang didapat tidak akan seperti biasanya.

Dalam sebuah penelitian juga menunjukan bahwa kekurangan hormon testosteron akan mempengaruhi wanita untuk mendapatkan orgasme. Untuk meningkatkan gairah seks pada wanita belum ada obatnya, karena itu saat gairah menghilang disarankan untuk berkonsultasi pada dokter.

2. Sulit menurunkan berat badan

Untuk menurunkan berat badan, terutama menghilangkan lemak di bagian perut dapat dilakukan dengan berolahraga. Hormon testosteron berperan dalam mengatur penempatan lemak dan otot pada tubuh seorang wanita. Jika kekurangan hormon testosteron, maka keseimbangan lemak dalam tubuh akan terganggu. Selain itu, kemampuan untuk membangun otot juga akan menurun bahkan dapat kehilangan otot yang sudah dimiliki.

3. Kelelahan

Merupakan hal yang wajar jika merasa lelah namun jika mengalami kelelahan sepanjang waktu atau mudah lelah saat olahraga, kondisi dapat lebih buruk daripada membutuhkan kafein yang lebih banyak. Ini bisa menjadi akibat dari kekurangan hormon testosteron.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita dan pria di atas umur 65 tahun menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar testosteron rendah dalam tubuh mudah merasa lelah dan berjalan tidak secepat lainnya, dibanding dengan mereka yang memiliki kadar hormon testosteron normal.

4. Mengalami kecemasan atau depresi

Pada penelitian yang dilakukan terhadap wanita berusia 25-46 tahun, menunjukkan wanita yang kekurangan hormon testosteron lebih mudah terkena depresi. Penelitian lain menyebutkan bahwa wanita yang mengalami kekurangan hormon testosteron berkepanjangan sering kali lebih merasa tertekan dan lebih cemas dibanding wanita dengan kadar testosteron normal.

5. Tulang tidak kuat

Tulang yang tidak kuat karena osteoporosis sering dianggap sebagai penyakit wanita karena kurangnya kadar hormon estrogen, yang merupakan penyebab utama hilangnya kepadatan tulang. Akan tetapi, penelitian yang dilakukan Harvard Health menunjukan tingkat kadar testosteron yang rendah juga dapat menurunkan kekuatan tulang.

Ketika hormon etrogen dalam tubuh menurun drastis apalagi setelah menopause, menggantikan estrogen saja tidak cukup apabilan hormon testosteron dalam tubuh juga tidak seimbang.