Pertamina Kapalkan 350.000 Barel Minyak Mentah

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan pengapalan perdana minyak mentah untuk diolah di kilang Pertamina . Pengapalan ditunaikan dari Dermaga Dumai yang merupakan terminal utama untuk lifting minyak mentah di Wilayah Kerja (WK) Rokan .

Pengapalan minyak mentah ditunaikan ke dua kapal secara bersamaan. Pengapalan pertama berbentuk Sumatran Light Crude, bersama volume capai 199.777 barel, memanfaatkan kapal tanker MT Bull Damai 1 bersama obyek kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap.

Sedangkan pengapalan kedua berbentuk Duri Crude, bersama volume 150.386 barel, memanfaatkan kapal tanker MT Amarin Indah, bersama obyek kilang Pertamina RU VI Balongan. Direktur Utama PHR, Jaffee Arizon Suardin mengatakan, pengapalan perdana minyak mentah ini menyatakan bahwa alih kelola WK Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PHR terhadap 9 Agustus selanjutnya telah terjadi bersama lancar. “Pengapalan untuk penggunaan domestik ini terhitung merupakan bentuk pertolongan terhadap pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri,” ujarnya di dalam info tertulis

Sumatran Light Crude (SLC) adalah minyak mentah yang diproduksi dari lapangan-lapangan seperti Minas, Bangko, Bekasap, dan Kotabatak. SLC mempunyai karakteristik minyak gampang bersama kandungan belerang rendah. Sedangkan Duri Crude (DC) adalah minyak mentah yang diproduksi dari Lapangan Duri yang mempunyai karakteristik minyak berat (heavy oil).

Minyak berat mempunyai karakter kental bersama tingkat kepekatan tinggi sehingga dibutuhkan teknologi injeksi uap (steamflood) untuk mengangkat lebih banyak minyak dari perut bumi. Produksi minyak mentah dari WK Rokan akan dialokasikan ke kilang–kilang minyak di dalam negeri milik Pertamina dengan menggunakan Flow Meter, seperti RU II Dumai, RU III Plaju, RU IV Cilacap, RU V Balikpapan dan RU VI Balongan