Perbedaan Mediasi dan Negosiasi

Dalam banyak kasus, para pihak yang bersengketa mencari penyelesaian di luar pengadilan, dengan menggunakan metode Alternative Dispute Resolution (ADR) yang tidak hanya cepat, tetapi juga terjangkau. Salah satu metode tersebut adalah mediasi. Ini adalah negosiasi berbantuan di mana seorang mediator ditunjuk oleh pihak-pihak terkait untuk mendengarkan kedua belah pihak dan membantu mereka dalam menemukan solusi yang lebih baik.

 

Sekarang Agan pasti bertanya-tanya, apa itu negosiasi? Negosiasi adalah proses di mana pihak-pihak yang memiliki kepentingan yang bertentangan berkumpul untuk membahas dan memutuskan hasil yang dapat diambil untuk mengelola dan menyelesaikan perselisihan.

 

Alternatif Penyelesaian Sengketa (Alternative Dispute Resolution/ADR), sesuai dengan namanya, adalah suatu mekanisme dimana penyelesaian sengketa di luar pengadilan terjadi antara para pihak. Ini diklasifikasikan ke dalam tindakan hukum dan tindakan non-hukum. Salah satu hal terbaik tentang ADR adalah bahwa itu adalah teknik pribadi dan rahasia.

Perbedaan Negosiasi dan Mediasi

Negosiasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan perselisihan industrial melalui musyawarah sendiri dan diskusi antara para anggota partai atau perwakilan para pihak dimana dicari kesepakatan yang dapat diterima bersama. Sebaliknya, mediasi adalah tindakan penyelesaian sengketa non-hukum, di mana pihak ketiga yang independen diundang untuk memfasilitasi diskusi dan menyarankan solusi alternatif untuk membawa kesepakatan seperti seorang mediator kuliah timur tengah.

Sementara negosiasi tidak melibatkan intervensi pihak ketiga yang netral dalam proses mediasi, mediator diundang atau persetujuan diberikan oleh kedua belah pihak untuk membahas masalah dengan mediator untuk menghasilkan solusi alternatif yang sesuai.

Dalam negosiasi, perwakilan dari pihak-pihak yang berkonflik bertemu untuk mengemukakan kepentingan, tuntutan, dan membicarakan hak-hak mereka. Sebaliknya, dalam mediasi, mediator menemui para pihak yang berkonflik baik secara bersama-sama maupun secara terpisah untuk membahas pokok permasalahan dan menyarankan solusi.

Dalam negosiasi, kepentingan diwakili baik oleh anggota partai itu sendiri atau oleh perwakilan yang ditunjuk oleh mereka. Sebaliknya, dalam hal mediasi, seorang mediator mewakili kepentingan para pihak yang bersangkutan.

Dalam negosiasi, para pihak membahas dan memutuskan hasil yang mungkin yang dapat diterima oleh keduanya, sedangkan dalam mediasi, mediator mengusulkan solusi untuk menyelesaikan masalah, tetapi terserah para pihak untuk mengadopsi yang sama atau tidak.

Dalam negosiasi, hasil didasarkan pada hubungan antara para pihak. Sebaliknya, dalam mediasi, hasilnya dikendalikan oleh para pihak yang berkonflik.

Singkatnya, kita dapat mengatakan bahwa para pihak yang berkonflik dapat memilih metode ADR apa pun untuk menyelesaikan perselisihan mereka, tanpa pergi ke pengadilan. Dalam kedua metode yang dibahas di atas, para pihak dapat mengontrol hasilnya dengan mempertimbangkan minat dan preferensi mereka.