Apa yang Harus Dicek Sebelum Gunakan Aplikasi Kredit?

Ngomongin soal aplikasi kredit, saat ini ada tiga jenis yang beredar dan banyak digunakan orang, yaitu pay later, aplikasi pinjaman online, dan aplikasi cicilan barang. Di satu sisi, aplikasi kredit terkenal mampu memberi kemudahan orang untuk bertransaksi, mencicil, atau pinjam uang dalam waktu singkat tanpa jaminan. Tanpa perlu punya kartu kredit pula. 

 

Di sisi lain, cara aplikasi kredit bekerja utamanya mengandalkan teknologi. Di mana dalam teknologi tersebut, masih banyak celah yang sering dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Maka dari itu, sangat penting untuk mengecek berbagai hal dari aplikasi kredit sebelum digunakan demi keamanan, yaitu:

 

Perizinan layanan dari lembaga yang berwenang

 

Yang paling utama adalah perizinan aplikasi beserta layanannya dari lembaga yang berwenang. Dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aplikasi kredit atau fintech harus terdaftar di OJK sebelum beroperasi. Sebab, OJK adalah lembaga yang akan mengatur dan mengawasi seluruh aktivitas yang terjadi pada sektor jasa keuangan. 

 

Menggunakan aplikasi kredit yang belum terdaftar di OJK, sangat berisiko tinggi. Mulai dari rentan terjadi pencurian data sampai detail bunga dan pinjaman yang tidak jelas dan bisa merugikan. Bukan hanya sekadar mengecek ada atau tidaknya logo OJK di aplikasi kredit terkait, kamu juga perlu mengeceknya langsung di situs OJK. OJK secara rutin kerap merilis daftar fintech yang terdaftar dan sudah berizin. 

 

Berdasarkan rilis yang diterbitkan OJK, per 7 Desember 2020 ada sebanyak 152 perusahaan fintech yang sudah terdaftar. 

 

Izin akses ke smartphone

 

Buat kamu yang familiar dengan aplikasi kredit atau setidaknya mengikuti perkembangannya, pasti kamu tahu beberapa kasus dari aplikasi kredit, terutama pinjaman online yang mengambil data kontak nasabah. Tujuannya adalah untuk dihubungi satu persatu saat nasabah telat melakukan pembayaran. 

 

Tentu saja, hal ini tidak etis dan tidak boleh dilakukan. Pihak kreditur hanya boleh menghubungi nomor referensi yang diberikan secara resmi oleh pihak debitur, dan sudah diverifikasi ke yang bersangkutan (pihak referensi). Sayangnya, banyak orang kerap lengah dalam hal ini. Seringkali aplikasi kredit sudah mencantumkan di laman Google Play Storenya bahwa aplikasi akan meminta izin untuk mengakses kontak di smartphone pengguna. 

 

Nah, supaya hal-hal semacam ini tidak terjadi dan kamu tahu apa saja akses yang diminta aplikasi kredit ke smartphone-mu, jangan lupa untuk mengecek bagian “permissions” atau “izin aplikasi” sebelum mengunduhnya. Jika setuju, maka lanjutkan. Jika tidak, kamu punya pilihan untuk tidak menggunakan aplikasi tersebut. Mengetahui dan tetap mengunduh sama dengan artinya kamu memberi izin & memahami. 

 

Tujuan dan fitur yang dimiliki aplikasi

 

Seperti yang sudah dibahas di awal, aplikasi kredit terbagi menjadi beberapa jenis. Pastikan sebelum menggunakannya, kamu sudah mengunduh aplikasi yang fiturnya sesuai dengan tujuanmu. Misalnya, kamu mau cicil HP baru di e-commerce maka aplikasi yang dibutuhkan adalah sejenis Kredivo yang punya fitur cicilan tanpa kartu kredit di 1000+ merchant mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Xiaomi, sampai Erafone. 

 

Kredivo juga menyediakan fitur pinjaman tunai bagi kamu yang ingin mengajukan pinjaman tanpa jaminan dalam waktu singkat. Selain itu, Kredivo juga memiliki sister company yang juga bisa kamu jadikan andalan untuk mendapat pinjaman tunai, yaitu Kredifazz. Atau, kamu juga bisa memilih dan membandingkan fintech pinjaman online lain dari 152 yang sudah terdaftar di OJK. 

 

Suku bunga kredit dan biaya yang menyertai lainnya

 

Aplikasi kredit yang kredibel umumnya akan transparan sejak awal. Dengan kata lain, kamu akan dengan mudah menemukan informasi perihal limit pinjaman, suku bunga, biaya admin, dan aneka tetek bengek biaya lainnya. 

 

Mengetahui bunga kredit dan biaya-biaya lain di awal akan membantu kamu terhindar dari adanya biaya tersembunyi dan bisa mengukur batas kemampuan. Seperti Kredivo dengan suku bunganya 2,6% per bulan, yang informasinya bisa kamu dapatkan di aplikasi maupun situsnya. 

 

Kontak CS yang tertera

 

Karena berbasis online, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk terhubung dengan pihak aplikasi kredit saat ada kendala adalah melalui kontak CSnya. Beda dengan bank atau lembaga kredit konvensional lain, kamu bisa datang langsung atau menghubungi PIC (person in charge) dari lembaga terkait. 

 

Maka dari itu, sebelum menggunakan aplikasi kredit, kamu perlu mengecek juga apakah kontak CS yang tertera bisa dihubungi? Apakah emailnya aktif? Apakah nomor teleponnya nyambung? Apakah live chatnya berfungsi? Dengan memastikan CS bisa terhubung, kamu akan lebih aman jika sewaktu-waktu ada kendala pada aplikasi kredit atau transaksi yang dilakukan. 

 

Semoga lima tips di atas berguna yaa untuk kamu yang mau bertransaksi di aplikasi kredit. 🙂