Apa Pengertian Mediasi?

Secara etimologi, makna mediasi berasal berasal dari bhs latin, mediare yang berarti berada di tengah. Makna ini menunjukkan terhadap peran yang ditampilkan pihak ketiga sebagai mediator di dalam mobilisasi tugasnya memisahkan dan menyelesaikan sengketa pada para pihak.

‘Berada di tengah’ terhitung berarti mediator kuliah timur tengah harus berada terhadap posisi netral dan tidak memihak di dalam menyelesaikan sengketa. Mediator harus mamapu merawat kepentingan para pihak yang bersengketa secara adil dan sama, agar menumbuhkan keyakinan (trust) berasal dari para pihak yang bersengketa (Abbas, 2011).

Penjelasan mediasi berasal dari sisi kebahasaan (etimologi) lebih menekankan terhadap keberadaan pihak ketiga yang menjembatani para pihak bersengketa untuk menyelesaikan perselisihannya. Mediator berada terhadap posisi di sedang dan netral pada para pihak yang bersengketa, dan berupaya menemukan sejumlah kesepakatan agar capai hasil yang memuaskan para pihak yang bersengketa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mediasi diberi arti sebagai sistem pengikutsertaan pihak ketiga di dalam penyelesaian suatu perselisihan sebagai penasihat. Pengertian yang diberikan Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai kandungan tiga unsur penting.

Pertama, mediasi merupakan sistem penyelesaian perselisihan atau sengketa yang berlangsung pada dua pihak atau lebih. Kedua, pihak yang terlibat di dalam penyelesaian sengketa adalah pihak-pihak yang berasal berasal dari luar pihak yang bersengketa. Ketiga, pihak yang terlibat di dalam penyelesaian sengketa tersebut melakukan tindakan sebagai penasihat dan tidak mempunyai kewenangan apa-apa di dalam pengambilan keputusan.

Pengertian mediasi secara terminologi bisa dicermati di dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 01 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, mediasi adalah langkah penyelesaian sengketa lewat sistem perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak bersama dengan dibantu oleh mediator. Mediator adalah pihak netral yang menunjang para pihak di dalam sistem perundingan kegunaan mencari berbagai mungkin penyelesaian sengketa tanpa manfaatkan langkah memutus dan memaksakan sebuah penyelesaian.

Tetapi, banyak para pakar terhitung mengungkap pengertian mediasi di antaranya Prof. Takdir Rahmadi yang menyebutkan bahwa mediasi adalah suatu sistem penyelesaian sengketa pada dua pihak atau lebih lewat perundingan atau langkah mufakat bersama dengan perlindungan pihak netral yang tidak mempunyai kewenangan memutus (Rahmadi, 2010). Pihak mediator tersebut disebut mediator bersama dengan tugas beri tambahan perlindungan prosedural dan substansial.

Dengan demikian, berasal dari definisi atau pengertian mediasi ini bisa diidentifikasikan unsur-unsur esensial mediasi, yaitu:

Mediasi merupakan langkah penyelesaian sengketa lewat perundingan berdasarkan pendekatan mufakat atau konsensus para pihak;

Para pihak berharap perlindungan pihak lain yang berupa tidak memihak yaitu mediator;
Mediator tidak memilikikewenangan memutus, tapi cuma menunjang para pihak yang bersengketa di dalam mencari penyelesaian yang bisa di terima para pihak.